Pages

Wednesday, 11 January 2017

PERINGATAN ALLAH DALAM HADIS QUDSI bah 4

PERINGATAN KE TIGA BELAS
Allah berfirman:

"Wahai manusia! Betapa banyak lampu yang padam oleh hembusan angin. Betapa banyak orang yang ahli ibadah binasa kerana kesombongan dan riya'. Betapa banyak orang yang kaya celaka kerana kekayaannya. Betapa banyak orang yang miskin celaka keeana kefakirannya. Betapa banyak orang yang sehat celaka kerana kesehatannya. Betapa banyak orang yang berilmu celaka kerana ilmunya. Betapa banyak orang yang bodoh celaka kerana kebodohannya.

Andaikata tidak ada orang-orang tua yang selalu ruku’, pemuda-pemuda yang khusyu, anak-anak kecil yang menyusu, dan binatang-binatang ternak yang berkeliaran mencari rumputan, nescaya Aku akan ubah langit menjadi besi, bumi menjadi batu licin yang kering kerontang dan debu menjadi kerikil. Setitis pun tidak akan pernah Kuturunkan air hujan dari langit. Tak sebutir bijipun akan kutumbuhkan di bumi. Dan sungguh akan Kucurahkan siksa kepadamu.”

PERINGATAN KE EMPAT BELAS

Allah berfirman :

"Wahai manusia! Carilah Aku sesuai dengan kadar keperluanmu kepada-Ku. Berbuatlah derhaka kepada-Ku menurut kadar kesabaranmu pada siksa api neraka. Janganlah engkau memandang pada ajalmu yang masih tertunda. Jangan pula engkau memandang pada rezekimu yang kau raih hari ini dan dosa-dosamu yang tersembunyi. Segala sesuatu akan hancur kecuali Zat-Nya. Ditangan-Nya kekuasaan"

PERINGATAN KE LIMA BELAS

Allah berfirman :

Wahai manusia! Jika agamamu, dagingmu dan darahmu baik, maka amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu akan baik juga.

Jika rosak agamamu, maka akan rosak pula amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu.

Oleh kerana itu, janganlah engkau seperti lampu yang menerangi orang lain, namun membakar dirinya sendiri. Lemparkanlah jauh-jauh kecintaan pada dunia dari lubuk hatimu, karena Aku tidak mungkin selamya akan mengumpulkan cinta pada dunia dan cinta pada-Ku dalam satu hati.

Berlakulah belas-kasih pada dirimu sendiri dalam mengumpulkan harta kekayaan, kerana rezeki telah ditentukan bagiannya. Orang yang memburu harta kekayaan hanyalah akan menemui kegagalan.

Orang bakhil akan tercela. Kenikmatan hanyalah sementara. Memikirkan suatu masalah sampai meleret-leret adalah tercela. Ajal pun telah ditentukan. Kebenaran telah nyata. Sebaik-baik hikmah Allah adalah khusyuk. Sebaik-baik kekayaan adalah menerima apa adanya. Sebaik-baik bekal adalah takwa. Sebaik-baik apa yang datang pada hati adalah keyakinan dan sebaik-baik apa yang Aku berikan untukmu adalah kesihatan".

Sumber :al-Mawa'izh fi al-Ahadith al-Qudsiyyah,Al-Imam Ghazali

Bersambung...

Sunday, 8 January 2017

FORMULA KEBAHAGIAAN RUMAHTANGGA

“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah.

Tak ada orang yang menjawab, dia tahu isteri dan anak-anaknya pasti sudah tidur, jam pun sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam.

"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”
Gumamnya dalam hati.

Diletakkanlah beg dan kunci-kunci diatas meja.

Setelah itu, barulah Abdurrahman  menuju kamar mandi sekalian berwudhu kemudian berganti pakaian.

Semua tertidur nyenyak, tak ada satu-pun yang terbangun.

Segera dia  beranjak menuju bilik tidur.
Perlahan-lahan dibukanya pintu bilik.
Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang lena tidur.

Benar saja isterinya tidak terbangun, tidak menyedari kehadiran suaminya.

Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya.

Dipandanginya dalam-dalam wajah Latifah, isterinya.

Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.

Ayahnya berpesan :
"Jika kamu sudah menikah nanti:

•Jangan berharap kamu punya isteri yang sama dengan keinginanmu.
Kerana kamu pun juga tidak sama sama dengan keinginannya.
•Jangan pula berharap mempunyai isteri yang mempunyai sifat sama seperti dirimu. Kerana suami isteri adalah dua orang yang berbeza. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.

Dan..
°Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa meluat, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, Maka..
Lihatlah ketika isterimu tidur.."

“Kenapa waktu dia tidur ayah?”
Tanyanya kala itu.

Ayahnya menjawab :
“Nanti kamu akan tahu sendiri"

Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi dia tidak bertanya lebih lanjut, kerana ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam itu, Abdurrahman  mulai memahaminya. Malam itu, dia menatap wajah isterinya dalam-dalam.

Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin memdalam perasaan di dadanya.

Wajah istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.

Raut muka tanpa dibuat-buat, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan.

Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.

Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak dapat ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, dia  bergumam,
“Wahai isteriku, engkau dulu seorang gadis:
•Yang bebas beraktiviti,
•Banyak hal yang dapat kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri.
•Menambahkan kewajipan yang tidak sedikit.
•Memberikanmu banyak batasan,
•Mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan aku pula..
•Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
•Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku..
Engkau yang dulu melenggang kemanapun tanpa beban, kini aku memberikan beban di tanganmu, dan dibahumu..
•Untuk mengurus keperluanku,
•Untuk mendidik anak-anakku, juga
•Memelihara keselesaan rumahku.

Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.

Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.

Kau tanggalkan segala kegiatanmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.

Kau buang egomu untuk mentaatiku.

Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku..
Di kala susah, kau setia mendampingiku.

Ketika sulit, kau tegar di sampingku.

Saat sedih, kau pelipur laraku.

Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.

Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.

Kala aku bimbang, kau penguat tekadku.

Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.

Ketika aku salah, kau yang menasihatiku.

Wahai isteriku..
Telah sekian lama engkau mendampingiku.

Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.

Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!

Dengan alasan apa aku marah padamu..?!

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitiskan air mata.

Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.

Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan kerana tidak mampu mengarahkanmu.

Jika ada kekurangan pada dirimu.
Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.

Kerana kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku isteriku..
Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.

Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keredhaan Allah azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”

Tanpa terasa air matanya menitis deras di kedua pipinya.

Dadanya terasa sesak menahan esak tangis.

Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.

Tak lama kemudian dia pun terlelap.

"Teeng..teeng.."

Jam dinding di ruang tengah berbunyi dua kali.

Latifah, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!"

Dilihatnya sang suami terbaring di sampingnya.

Perlahan-lahan dia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.

Hari ini aku benar-benar letih, sampai tidak  mendengar apa-apa.

Sudah makan apa belum ya dia..?!"
Gumamnya dalam hati.

Ada niat mahu membangunkan, tapi tak tergamak.
Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.

Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.

Perasaan yang campur aduk, tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya hatinya yang bicara :
"Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.

Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapa dari anak-anakku.

Begitu besar harapan kusandarkan padamu.

Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di bahumu.

*Wahai suamiku..
*•Ketika aku sendirian..
*Kau datang menghampiriku.
*•Saat aku lemah..
*Kau hulurkan tanganmu menuntunku.
*•Dalam duka..
*Kau sediakan dadamu untuk merangkulku.
*•Dengan segala kemampuanmu..
*Kau selalu ingin melindungiku.

*Wahai suamiku..
*•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
*•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.

Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan langkahmu.

Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

Lalu..
Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.

Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?

Seberapa pun harta yang kau berikan,
itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.

Walau kau belum sepandai da’i dalam menasihatiku,
Tapi..
Kesungguhan & tekadmu beramal soleh, mengajakku dan anak-anak istiqamah di jalan Allah..
Membanggakanku dan membahagiakanku.

Maafkan aku wahai suamiku..
Akupun akan memaafkan kesalahanmu.

Alhamdulillah.. segala puji hanya milik Allah.
Yang telah mengirimmu menjadi imamku.

Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah .

Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput redhaNya..”

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

"Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata 'ayun waj'alna lil muttaqiina imaama".........             

Mudah-mudahan Allah jadikan keluarga Kita,keluarga yang membawa kita menuju Allah,bukan justru menjauhkan kita dari redha  dan cinta-Nya Allah. Amiin..

SETIAP MANUSIA PERLUKAN BIMBINGAN

Semua peninju profesional memiliki jurulatih.
Bahkan, petinju legenda sehebat Muhammad Ali sekali pun juga memiliki jurulatih.
Yaitu Angelo Dundee yang membantu Muhammad Ali menjadi Juara dunia sebanyak 3 kali.

Padahal jika mereka berdua beradu bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak mungkin akan menang.

Mungkin kita tertanya tanya, mengapa org sehebat Muhammad Ali masih memerlukan JURULATIH kalau sudah JELAS dia pasti MENANG melawan jurulatihnya?

KETAHUILAH...
Bahawa Muhammad Ali  perlukan jurulatih bukan kerana jurulatihnya lebih hebat tapi kerana dia memerlukan seseorang untuk melihat hal-hal yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itu yang disebut : "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".

Kita hanya boleh melihat "BLIND SPOT" dari bantuan orang lain.

Dalam hidup, lebih-lebih lagi dalam perjalanan kerohanian kita menuju Allah, kita perlukan seseorang untuk mengawasi kehidupan dan pengembaraan hati kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya keutamaan hidup kita mulai keluar dari landasan.

Kita perlukan orang lain yang :
×. MENASIHATI
×. MENGINGATKAN
×. MENEGUR

Jika kita mulai melakukan sesuatu kesilapan yang mungkin tidak kita sedari.

Kita perlukan KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN
×. Menerima NASIHAT
×. Menerima TEGURAN
x. Menerima BIMBINGAN

Itulah yang  MENYELAMATKAN kita terpesong dari landasan matlamat..

Kita bukan manusia SEMPURNA. Jadi, biarkan orang lain menjadi "MATA" kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga kita boleh MELIHAT apa yang tidak boleh kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita SENDIRI.

Mari kita saling nasihat- menasihati dalam KEBAIKAN dan KESABARAN.

BAGAIMANA MENGECILKAN MASALAH YANG BESAR

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajah nya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kamu selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, kebelakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru tersenyum. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”
Si murid pun beranjak perlahan tanpa semangat. Dia laksanakan permintaan Guru nya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan kedalam segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu cuba kamu minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukan nya. Wajahnya kini berkerut kerana meminum air masin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Rasanya masin, dan perut saya jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru tersenyum melihat wajah muridnya yang berkerut kemasinan.
“Sekarang kamu ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke tasik di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke tasik.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke tasik, tanpa bicara.

“Sekarang, cuba kamu minum air tasik itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir tasik.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air tasik, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air tasik yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepada nya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid. Tentu saja, tasik ini berasal dari aliran sumber air mata air di atas gunung sana.

Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air tasik ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulut nya.
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

“Nak ,segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah disusun atur oleh ALLAH, sesuai untuk dirimu.

Jumlahnya tetap, sebegitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya qalbu (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu (hati) dalam dadamu itu jadi sebesar tasik.”

Demikian kisah yang membawa seribu pelajaran sehingga ada ulama yang mengatakan bahawa luaskan hatimu seluas lautan, dicampak dengan pelbagai kebusukan(cacian,tohmahan,celaan,gangguan dll) maka ia tidak menjejaskan air laut bahkan air laut itu yang menyingkirkan segala kebusukan.

Semoga bermanfaat.

Thursday, 5 January 2017

JANGAN ROSAKKAN SOLAT MEREKA.

Tahukah anda waktu waktu yang TIDAK DIHARUSKAN mendail/memanggil saudara2 seislam kita.. iaitu 20 minit sebelum dan 20 minit ketika solat 5 waktu sedang berjalan mengikut waktu jam kita.

20 minit sebelum adalah kerana waktu solat di lain2 kawasan adalah berbeza.. ada yang cepat dan ada yg lewat.

20 minit ketika waktu2 solat sedang berjalan. Sebagai manusia tak lari dari SIFAT PELUPA. Dan kadang2 rakan kita begitu teruja untuk bersolat dan mengejar rakaat agar tidak tertinggal sehinggakan terlupa mematikan hp. Oleh kerana kita yg lalai akan kewajipan solat pada awal waktu dan berjamaah dan asyik sibuk dengan hal2 dunia... kita telah menganggu solat orang lain...

Moga bermanfaat.

Sunday, 1 January 2017

PERINGATAN ALLAH DALAM HADIS QUDSI bah 3.

Peringatan keenam, Allah berfirman:

“Wahai manusia! Aku tidak menciptakanmu kerana Aku menginginkan agar yang sedikit menjadi banyak keranamu, tidak kerana Aku ingin menjadikan luluhnya binatang buas keranamu, tidak kerana Aku ingin meminta pertolonganmu dalam urusan yang Aku tak mampu, tidak kerana Aku ingin menarik keuntungan bagi-Ku atau pula untuk menolak yang membahayakan bagi diri-Ku. Aku menciptakanmu, agar tiada henti menyembah-Ku, bersyukur sebanyak mungkin dan menyucikan-Ku pagi dan petang.

Wahai manusia! Andai manusia yang pertama dan yang paling akhir diantara kalian, seluruh jin dan manusia, baik tua mahupun muda, baik yang merdeka maupun hamba berkumpul semua tunduk dan patuh kepada-Ku, setitik tepung pun tidak akan menambah kebesaran singgasana kekuasaan-Ku.

Barangsiapa berjihad dijalan Allah, sesungguhnya ia berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak perlu  sama sekali terhadap alam semesta.

Wahai manusia! Sebagaimana engkau menyakiti, engkau akan disakiti. Sebagaimana engkau berbuat, engkau akan diperlakukan”

PERINGATAN KETUJUH

Allah berfirman:

“Wahai manusia! Wahai hamba wang! Aku menjadikan wang agar engkau dapat menikmati rezeki-Ku, mengenakan pakaian-Ku dan agar kalian selalu membaca tasbih serta mensucikan diri-Ku. Tetapi ternyata kalian semua mengambil kitab suci-Ku, lalu engkau taruh dibelakangmu dan engkau mengambil wang lalu engkau tempatkan diatas kepalamu.

Kau agung-agungkan rumahmu dan kau remehkan rumah-Ku. Sungguh engkau bukanlah manusia-manusia pilihan, bukan orang-orang yang merdeka. Tapi engkau adalah hamba dunia. Sekumpulan manusia semacam dirimu laksana sebuah kuburan yang dibangun dengan tembok. Sepintas, jika dilihat dari luar, nampak cantik molek, tapi didalamnya buruk. Begitu pula dengan sikapmu, sepintas kalian berbuat baik, simpatik dan penuh kasih pada orang lain dengan mulutmu yang manis dan perbuatanmu yang indah memikat. Namun itu pula engkau sesungguhnya hatimu keras dan kasar serta budi pekertimu yang nista.

Wahai manusia! Bersihkan perbuatanmu dari noda, lalu mintalah kepada-Ku! Sungguh Aku akan memberi kepadamu lebih banyak lagi dari apa yang diminta oleh para peminta”.

PERINGATAN KELAPAN.

Allah berfirman:

“Wahai manusia! Aku menciptakan kamu sekalian tidaklah main-main. Tidak pula tanpa tujuan. Sungguh Aku bukanlah pelupa. Aku sesungguhnya mengetahui gerak-gerikmu. Engkau tidaklah akan memperoleh kurnia-Ku kecuali dengan sabar atas segala apa yang tidak engkau sukai dalam mencari keridhoan-Ku. Bagi kamu, sabar dalam patuh dan tunduk kepada-Ku lebih ringan daripada sabar dalam durhaka. Meninggalkan dosa jauh lebih ringan bagimu daripada pembebasan-Ku kepadamu dari panas api neraka. Siksa dunia lebih ringan bagimu dibanding daripada siksa di akhirat.

Wahai manusia! Kamu sekalian adalah orang yang sesat, kecuali yang Aku beri petunjuk Kamu sekalian adalah orang yang melakukan perbuatan jelek, kecuali yang Aku lindungi. Mintalah ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengasihimu. Janganlah kalian mengungkap rahsia keburukanmu dihadapan Zat yang Maha Mengetahuai segala rahsia.”

PERINGATAN KESEMBILAN

Allah berfirman:

“Wahai manusia! Janganlah kamu mengutuk para makhluk, kerana kutukanmu justeru akan mencelakakan dirimu sendiri. Wahai manusia! Langit tegak berdiri di angkasa hanya cukup dengan satu nama diantara nama-nama-Ku tanpa tiang penyangga. Sementara hatimu tidak pernah dapat tegak lurus dengan seribu nasihat dari kitab-Ku.

Wahai manusia! Sebagaimana sebongkah batu yang tidak boleh cair di dalam air, suatu nasihat tidak berpengaruh sama sekali pada hati yang keras. Wahai manusia! Bagaimana engkau boleh menyatakan diri sebagai hamba Allah, sementara kamu berbuat durjana. Bagaimana engkau boleh yakin akan kematian, sementara engkau membencinya. Dengan mulutmu engkau mengatakan sesuatu yang tidak engkau ketahui, engkau menganggapnya enteng, padahal di sisi Allah amatlah besar”.

PERINGATAN KESEPULUH

Allah berfirman:

“Wahai manusia! Telah datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu dan ubat bagi hati. Lalu mengapa kamu tidak sudi berbuat baik, kecuali kepada orang yang berbuat baik kepadamu, tidak mau menyambung tali silaturahim, kecuali kepada orang yang mengunjungimu, tidak mau bercakap-cakap kecuali kepada orang yang mahu bicara kepadamu, tidak mau memberi makan selain pada orang yang memberi makan kepadamu dan tidak mau menghormat selain pada orang yang menghormatimu.

Tidak ada keutamaan bagi seseorang yang merasa lebih utama daripada orang lain. Seorang Mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang tetap berbuat baik terhadap orang yang melakukan keburukan kepadanya, menyambung tali silaturahim, mengampuni orang yang berbuat salah kepadanya, memenuhi janji pada orang yang mengkhianatinya, tetap mau bicara dengan orang yang tidak mahu akur pada dirinya, tetap menghormati orang yang merendahkanya.

PERINGATAN KE SEBELAS

Allah berfirman:

"Wahai manusia! Dunia ini sesungguhnya adalah tempat bagi orang yang tuna wisma dan harta bagi orang yang papa. Tempat berkumpulnya orang yang tidak waras. Kerana dunia, orang-orang yang tidak mengerti bersuka-ria. Pada dunia, orang-orang yang tidak berserah diri pada Tuhan memburu. Pada kesenangan hidup, orang-orang yang tidak mengenal dunia berlumba-lumba.

Maka barangsiapa yang mendambakan kenikmatan yang semu dan hidup sementara, sesungguhnya ia telah berbuat aniaya pada dirinya dan derhaka pada Tuhannya. Ia melupakan kehidupan akhirat dan terpedaya oleh kemilau dunia. Ia sesungguhnya menghendaki dosa yang nampak dan yang tidak nampak. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa akan dibalas sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan.

Wahai manusia! Berdaganglah engkau kepada-Ku. Tapi rendahkanlah dalam memungut laba, karena disisi-Ku ada imbalan yang tak mungkin dilihat mata, yang tak mungkin didengar telinga dan tak mungkin tergambar dalam benak seorang hamba.

Kekayaan-Ku tak akan pernah habis dan tak akan pernah berkurang. Aku adalah Sang Maha Pemberi lagi Maha Pemurah”

PERINGATAN KE DUA BELAS

Allah berfirman:

Wahai manusia! Ingatlah pada nikmat-Ku yang Ku berikan padamu. Penuhilah perjanjian yang kau ikat dengan-Ku, Aku akan memenuhi janji yang Ku ikat denganmu. Hanya kepada-Ku engkau kembali.

Sebagaimana tidak mungkin engkau dapat menemukan arah jalan tanpa petunjuk, maka demikian pula engkau tidak akan menemukan jalan ke syurga kecuali dengan amal perbuatan. Sebagaimana harta yang tidak mungkin terkumpul tanpa jerih payah, demikian pula engkau tidak akan masuk syurga tanpa SABAR dalam menghamba kepada-Ku. Maka mendekatlah kepada Allah dengan ibadah sunah.

Carilah keredhaan-Ku dengan menyertai para ulama. Kerana rahmat-Ku tak sekejap pun terpisah dari mereka. Allah berfirman:

“Wahai manusia!! Dengarkanlah apa yang Kukatakan. Barangsiapa yang sombong pada orang miskin, sungguh akan Aku kumpulkan di hari kiamat kelak dalam bentuk semut kecil. Barangsiapa yang merendahkan diri dan santun pada orang miskin, maka dia akan Aku muliakan di dunia dan akhirat.

Barangsiapa yang mendedahkan rahsia orang miskin, maka kelak dihari kiamat akan Aku kumpulkan dalam keadaan terdedah rahsianya. Barangsiapa yang merendahkan orang miskin, maka ia sungguh menentang perang dengan-Ku.

Barangsiapa yang beriman kepada-Ku, malaikat akan bersalam dengannya di dunia dan akhirat.”

Sumber : al-Mawa'izh fi al-Ahadith al-Qudsiyyah,Al-Imam Ghazali

Bersambung...