Pages

Sunday, 6 September 2015

Khutbah Iblis

Imam Hasan Al-Basri rahimahullah berkata :
ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻗَﺎﻡَ ﺇِﺑْﻠِﻴْﺲُ ﺧَﻄِﻴْﺒًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﺒَﺮٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺎﺭٍ ،
ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻋَﺪَﻛُﻢْ ﻭَﻋْﺪَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻭَﻋَﺪْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺧْﻠَﻔْﺘُﻜُﻢْ
"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563).

Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :
ﻳُﺨْﺒِﺮُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﺧَﻄَﺐَ ﺑِﻪِ ﺇِﺑْﻠِﻴْﺲُ ﺃَﺗْﺒَﺎﻋَﻪُ، ﺑَﻌْﺪَﻣَﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑَﻴْﻦَ
ﻋِﺒَﺎﺩَﻩُ، ﻓَﺄﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺕ، ﻭﺃﺳﻜﻦ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦ ﺍﻟﺪﺭﻛﺎﺕ،
ﻓﻘﺎﻡ ﻓﻴﻬﻢ ﺇﺑﻠﻴﺲ -ﻟﻌﻨﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺣﻴﻨﺌﺬ ﺧﻄﻴﺒﺎ ﻟﻴﺰﻳﺪﻫﻢ ﺣﺰﻧﺎ ﺇﻟﻰ
ﺣﺰﻧﻬﻢ )4 ( ﻭﻏَﺒﻨﺎ ﺇﻟﻰ ﻏﺒْﻨﻬﻢ، ﻭﺣﺴﺮﺓ ﺇﻟﻰ ﺣﺴﺮﺗﻬﻢ
"Allah mengkhabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, iaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke syurga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan…." (Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489).

Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat tegang… tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam… tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!

Khutbah tersebut… Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis… Khutbah yang mengalirkan air mata mereka, khutbah yang benar-benar telah menyedarkan mereka akan kesalahan kesalahan mereka…
Khutbah yang menyedarkan mereka bahawasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib… Iblis la’natullah 'alaihi Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻟَﻤَّﺎ ﻗُﻀِﻲَ ﺍﻷﻣْﺮُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻋَﺪَﻛُﻢْ ﻭَﻋْﺪَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ
ﻭَﻭَﻋَﺪْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺧْﻠَﻔْﺘُﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﺇِﻻ ﺃَﻥْ
ﺩَﻋَﻮْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺎﺳْﺘَﺠَﺒْﺘُﻢْ ﻟِﻲ ﻓَﻼ ﺗَﻠُﻮﻣُﻮﻧِﻲ ﻭَﻟُﻮﻣُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ
ﺑِﻤُﺼْﺮِﺧِﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﻤُﺼْﺮِﺧِﻲَّ ﺇِﻧِّﻲ ﻛَﻔَﺮْﺕُ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﺷْﺮَﻛْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﻣِﻦْ
ﻗَﺒْﻞُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ ) ٢٢ (ﻭَﺃُﺩْﺧِﻞَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ
ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍﻷﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ) ٢٣ )
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih". Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka" (QS Ibrahim : 22-23).

Demikianlah khutbah Iblis tersebut….setelah ia menggoda manusia setelah menipu mereka…setelah menjerumuskan mereka dalam neraka…setelah tercapai cita citanya…lalu… Iapun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mahu bertanggung jawab atas godaan-godaannya…
Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya… Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa: Bayangkanlah jika seandainya kita menjadi pengikut Iblis dan kita dipanggang di Api Neraka, menjadi sia-sialah semua hal yang kita banggakan selama di Dunia ini...

"Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih"…
sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…
Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk syurga, iaitu orang-orang yang tidak mahu menjadi pengikut Iblis…!!! ..."Dan dimasukanlah orang-orang beriman dan beramal shaleh ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya dengan seizin Tuhan mereka."...
bayangkanlah jika Allah menyelamatkan kita dari tipu daya Iblis, lantas Dia memasukan kita ke dalam Syurga-Nya...sungguh sirnalah semua penderitaan hidup yang kita alami di Dunia ini.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﻣَﻘَﺎﻡٍ ﺃَﻣِﻴﻦٍ ﻓِﻲ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﻭَﻋُﻴُﻮﻥٍ ﻳَﻠْﺒَﺴُﻮﻥَ ﻣِﻦ
ﺳُﻨﺪُﺱٍ ﻭَﺇِﺳْﺘَﺒْﺮَﻕٍ ﻣُّﺘَﻘَﺎﺑِﻠِﻴﻦَ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah. Dan kami jodohkan mereka dengan bidadari bermata jeli.” [Qs. Ad-Dukhan: 51-54].

Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tak tersentuh kerana khutbah Iblis ini….orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat, tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah…hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis….wal'iyaadzu billah.

(Semoga Allah menambahkan taufiq dan kebenaran pada kami dan anda.
Amiin)

Ustaz Iqbal Zain

Redha Dengan Ujian

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radiyallahu’anhuma, bahawa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
“Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, kegoncangan, kedukaan, mahupun kesulitan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” ( Mutatafaq’alaih)
Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ لَهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah seorang muslim tertimpa oleh suatu yang tidak menyenangkan, sakit atau yang lainnya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Dan dosanya akan berguguran sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يُرِد اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka akan ditimpakan ujian padanya.” - HR. Al-Bukhari.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallamI bersabda:
إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وإن الله إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط
“Sesungguhnya besarnya pahala tergtantung pada besarnya ujian. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala jika mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka. Barang siapa yang redha maka dia akan memperoleh keredhaan-Nya dan barangsiapa yang murka maka dia akan memperoleh kemurkaan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi, - Hadis ini Hasan)

Ustaz Mohd Hanif

Kekeliruan umat

"Dizaman kita sekarang ramai yang fikir logik, katanya mana boleh berdoa bertawassul perantaraan pada Nabi Muhammad ﷺ, orang-orang soleh, orang yang dimuliakan Allah, berdoa terus pada Allah سبحانه وتعالى. Ya betul dia cakap tu betul. Tapi adakah salah ? Ini soalan saya adakah salah?"

"Seperti mana salah tak kita pergi jumpa doktor untuk minta di rawat untuk berubat sedangkan Maha Penyembuh itu adalah Allah سبحانه وتعالى. Yang menyembuhkan itu Allah سبحانه وتعالى. Kenapa pergi dekat hospital? Kenapa pergi dekat Doktor? Pergilah pada Allah سبحانه وتعالى."

"Eh, kami berusaha. Sebab Allah سبحانه وتعالى suruh berusaha." Ya, kami pun berusaha. Kalaulah angkat tangan dihadapan kubur itu dianggap syirik, maka banyaklah orang syirik hari ini kerana mengangkat tangan dihadapan ka'bah. Banyak lah orang syirik kerana angkat tangan di depan kiblat."

"Katanya tidak, saya memohon kepada Allah سبحانه وتعالى. Ya kami juga memohon kepada Allah سبحانه وتعالى cuma dengan keberkatan daripada orang solihin, pada Nabi Muhammad saw. Akan tetapi kami minta pada Allah سبحانه وتعالى seperti mana di hadapan Ka'bah kerna tempat itu adalah tempat yang penuh dengan keberkatan."

"Seperti Nabi Muhammad ﷺ di arahkan berhenti di dalam peristiwa isra' di beberapa tempat yang Nabi Muhammad di suruh solat dan doa salah satu tempatnya ialah tempat lahirnya Nabi Isa عليه السلام. Di tempat yang lain adalah tempat Nabi Musa عليه السلام memohon bermunajat kepada Allah سبحانه وتعالى."

"Bermakna di atas muka bumi ini ada tempat-tempat yang mulia dengan adanya tempat itu akan mudahnya kabul permintaan atau hajatnya seseorang. Hakikatnya minta pada Allah سبحانه وتعالى tapi tempat itu tempat yang mustajab doa."

"Patut yang kita lihat pada iktikad nya bukan dari cara perbuatannya.
Kalaulah mencium kaki itu adalah tanda syirik, maka berapa banyak ibu dan ayah yang mencium kepada kaki anaknya, main-main kaki anaknya lepas tu cium. Gurau-gurau suami isteri cium kaki, Haa syirik syirik. Eh takda lah saya cium kerna saya sayang. Haa tau pulak."

"Oleh kerna bukan dengan perbuatan itu kita terus menghukum tetapi apa sebab dia buat. Walaupun kita kata kita bukan setuju dengan apa yang di buat atau menyokong apa yang dibuat, dan kita tak minta apa yang di buat akan tetapi boleh ke tidak kita terus menghukum dengan melihat orang itu berbuat dengan perkataan syirik ataupun kafir?"

"Perlunya kita memahami, kerna hari ini banyak tuduhan sewenang-wenangnya. Hari ini kita berhadapan dengan satu fenomena buruknya memahami kepada dalil, orang sebegini menyebabkan musibah kepada pengamal-pengamal orang-orang yang beramal."

"Dia sendiri tak pandai cakap pasal dalil tapi diri sendiri bercakap atas dalil, nas, Al-quran, hadis. Tetapi mereka sendiri tak faham maka rosaklah. Jahil memahami dalil. Ini yang di katakan berfatwa tanpa ilmu dan mereka akan sesat dan menyesatkan orang lain."

"Kita memang boleh berdakwah akan tetapi, bukan semua orang boleh berfatwa. Bukan pada ahlinya. Hari ini orang ramai banyak dikelirukan oleh sebab-sebab dakwaan yg kita mesti berpegang kepada Al-quran dan sunnah tanpa melihat sumber Al-quran dan Sunnah."

"Dan berkata Al-Imam Abdullah Bin Alawi Al-Haddad lazimkan kamu dengan Al-quran sentiasa dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ tetapi ingat panduan kamu didalam mengambil Al-quran dan panduan kamu didalam mengikuti nabi ﷺ adalah dengan mengikuti Para Salafussoleh, Para Ulama dan Para Solihin dan baru kamu akan dpt panduan yg betul daripada Allah ﷻ."

"Dan inilah usaha mereka, pada hari ini yang ingin dilakukan. Ulama setelah mereka kaji iaitu golongan musuh-musuh Islam seperti Yahudi, Nasrani dan musuh-musuh Islam dan pelbagai usaha yg ingin dilakukan untuk menjatuhkan Islam."

"Dan apabila ulama ini tidak dipegang lagi dan apabila Ulama ini dijatuhkan maka manusia akan salah mengambil Al-quran. Walaupun mereka mengambil Al-quran tetapi salah, dan salah memahami hadith walaupun mereka merujuk kepada hadith. Akan tetapi memahami hadith ikut nafsu mereka. Ikut ideologi mereka. Guna hadith untuk hentam orang lain."

"Dan salah satu daripada enam perkara yang menyebabkan Ummat itu menjadi hina apabila mereka itu menyalahkan Ulama walaupun Ulama itu ada kesalahan tetapi diperbesarkan dan menutupi kepada kebaikan-kebaikan yg mereka buat."

"Jika seseorang itu untuk berdakwah, tidak diwajibkan ilmu kepadanya. Siapa saja boleh memberikan dakwah. Akan tetapi, orang yang memberi fatwa wajib adalah seseorang yang berilmu, dan berkedudukannya dalam pengetahuan ilmu yang tinggi. Mestilah pada ahlinya."

Daripada Al-Habib Najmuddin Othman Al-Khered.

BERHATI-HATILAH DENGAN ORANG-ORANG MENDATANGKAN WAS-WAS PADA DIRI KITA.. ISTIQAMAHLAH DALAM MENUNTUT ILMU..

Fitnah Golongan Jahil;

"Di akhir zaman ini, Hati-hati dengan orang-orang yang boleh mendatangkan perasaan was-was pada diri kita. Terutama sekali daripada apa yang kita lihat berlaku di media sosial. Sekarang ini, yang menyatakan pelbagai tohmahan, andaian, hujjah dan sebagainya akhirnya akan mengakibatkan hati kita dan amal kita turut berpenyakit seperti mereka."
"Cara yang paling baik adalah dengan kita sentiasa menjaga adab dan akhlak kita dengan tidak melawan kembali dengan mereka. Kita melawan balik menghentam sana sini dengan komen dan bahasa yang maaf cakap kurang sopan. Apatah lagi memerlu dan menghina mereka kerana itu menunjukkan kita tiada beza sahaja dengan mereka."
"Sebaliknya kita semakin bersemangat untuk menuntut ilmu melakukan amal soleh untuk mendekatkan hubungan kita dengan Allah سبحانه وتعالى. Bukannya merosakkan amal kita dengan apa yang sedang berlaku."

"Dalam hal-hal yang hari ini cuba ditimbulkan kembali sedangkan ianya dah selesai dah semuanya sejak daripada Para Salafussoleh dahulu. Selesai dah semua masalah dahulu apa-apa perbincangan dah selesai. Akan tetapi hari ini dinaikkan semula kerana tahu pada zaman sekarang ini, orang orang yang malas dan jahil."

"Maka mereka mengunakan kejahilan mereka dan Kemalasan orang-orang ini untuk memburuk-burukkan dan juga menghalang, membangkang ataupun mematikan sama sekali daripada kebaikan-kebaikan,gerakan-gerakan untuk membawa kepada kebaikan."

"Kita kena berhati-hati betul khususnya pada zaman ini. Yang akhirnya, akibatnya pergi kepada apa? Peperangan dan permusuhan. Sebab apa? Selalunya disifatkan kepada orang-orang yang dilabelkan dengan label-label sepeerti kafir, syirik, murtad dan sebagainya maka ia akan pergi kepada halalnya darah mereka dan boleh dibunuh.

Berlakunya peperangan yang asalnya adalah disebabkan oleh perselisihan yang digempar-gempurkan."
"Berhati-hatilah. Bentengkan diri kita dengan kita sentiasa istiqamah menuntut ilmu kerana dengan Ilmu maka kita dapat membezakan yang mana yang Haq dan yang mana yang Batil. Dengan Ilmu juga dapat mengeluarkan seseorang itu daripada kejahilan dan kegelapan kepada Cahaya yang akhirnya akan menyelamatkan diri kita sendiri khusus dengan fitnah-fitnah yang sedang berlaku di zaman kita sekarang."

-Daripada Al-Habib Najmuddin Othman Al-Khered.

KREDIT-Fb Page Raudhatul Muhibbin

Sepasang sayap

"Manusia itu daripada tidak wujud, kepada wujud. Allah سبحانه وتعالى yang wujudkan kita. Allah yang mewujudkan kita diatas dunia ini. Kita perlu sedar hakikat,kenapa kita dihantar diatas dunia ini."

"Didalam Al-Quran, Allah سبحانه وتعالى berfirman; "Sesungguhnya kampung dan negeri akhirat itu adalah yang sebenarnya, negeri yang kekal abadi. Alangkah baik jika kamu mengetahuinya. Dunia adalah tempat ujian kita. Samaada senang atau susah. Semuanya ujian daripada Allah سبحانه وتعالى."

"Seorang mukmin itu mesti berazam agar dirinya terhindar dari dosa dan maksiat. Jika dia tersungkur dalam dosa, didalam ujian, maka hendaklah dia cepat bertaubat. Jangan sampai tersungkurnya berkali-kali, hingga menyebabkan dia berputus asa dari rahmat Allah dan bersangka buruk kepada Allah سبحانه وتعالى."

"Allah amat suka hambanya yang tersungkur daripada dosa, dia bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى. Seseorang itu perlu menyesal atas dosa yang dilakukannya. Mesti tahu hikmah, kenapa dia terbuat dosa. Supaya apa? Supaya Kita sedar, kita makhluk yang lemah, supaya kita sedar, kita makhluk Allah yang sering berdosa, supaya seseorang itu sedar dirinya penuh dengan kekurangan."

"Allah سبحانه وتعالى suka untuk mendengar rintihan hambanya yang meminta pengampunan kepada-Nya. Jika seluruh manusia tiada buat dosa kepada Allah, nescaya Allah akan hancurkan seluruh ummat ini dan mencipta ummat lain yang boleh berbuat dosa kepada Allah dan meminta pengampunan Allah سبحانه وتعالى."

"Sebelum terciptanya seluruh makhluk, sifat azali Allah سبحانه وتعالى adalah Maha Pengampun. Maka Allah ciptakan manusia. Ada satu kisah. Di yaumul hisab kelak, setelah menghadapi pengadilan dan mizan penimbangan amal di hadapan Allah سبحانه وتعالى. Ada seorang lelaki yang Allah سبحانه وتعالى perintahkan untuk berjalan ke arah neraka."

"Walaupun dia seorang muslim, tetapi timbangan kebaikannya tidak dapat mengatasi amal-amal keburukannya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى tidak atau belum berkenan untuk memberikan keampunan kepadanya."

"Lelaki itupun berjalan ke arah neraka, tetapi pada jarak sepertiganya dia berhenti sebentar dan menoleh ke belakang, setelah itu berjalan lagi. Pada jarak setengahnya, dia berhenti lagi dan menoleh ke belakang, tetapi tidak lama berselang dia berjalan lagi beberapa langkah kearah pintu neraka."

"Pada jarak dua pertiganya, atau sepertiga lagi akan sampai di pintu neraka, dia mulai merasakan panasnya yang membara, lagi-lagi lelaki itu berhenti dan menoleh ke belakang, tetapi tidak lama dia telah berjalan lagi menuju ke arah neraka."

"Melihat perilaku aneh lelaki itu, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan seorang malaikat untuk membawa lelaki itu kembali ke hadapan-Nya. Setelah dibawa kembali menghadap Allah."

"Allah berfirman kepadanya; “Wahai Fulan, mengapa engkau menoleh sampai tiga kali?”
Lelaki itu berkata; “Ya Rabb, setelah hambamu ini sampai di sepertiga jarak ke pintu neraka. Hambamu ini teringat akan firman-Mu didalam Al-Quran; "Dan Tuhanmu adalah Maha Pengampun lagi penuh rahmah dan kasih sayang."

"Maka hambamu ini berhenti dan menoleh. Hambamu ini sangat berharap akan datangnya keampunan dan rahmat dari-Mu. Tetapi kerana tidak muncul juga, hambamu ini meneruskan perjalanannya.”

"Kemudian dengan beberapa langkah, pada jarak setengah perjalanan, hamba teringat akan firman-Mu didalam Al-Quran Ya Rabb; "Dan Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosamu itu selain Allah?" Maka besarlah pengharapan hambamu ini akan keampunan-Mu."

"Ya Allah, kerana sesungguhnya hambamu ini telah berputus asa daripada siapapun kecuali Engkau. Tetapi kerana tidak juga terlihat wujudnya harapan pengampunan itu, hamba-Mu ini berjalan lagi."

"Kemudian didalam meneruskan beberapa langkah Ketika sampai pada jarak dua pertiga daripada pintu neraka. Hamba-Mu ini teringat akan Firman-Mu didalam Al-Quran; "Katakanlah wahai rasulullah ﷺ. Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas zalim kepada diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah." Maka bertambahlah harapan hamba-Mu ini diatas maghfirah dan rahmat-Mu. Ya Rabb."

"Akan tetapi kerana tidak juga ada panggilan-Mu, hamba-Mu ini berjalan lagi ke pintu neraka. Sehingga salah seorang malaikat-Mu membawaku kembali ke sini.
Setelah Allah سبحانه وتعالى mendengar penjelasannya itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman; “Wahai Hamba-Ku. Pergilah engkau ke dalam syurga. Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa-dosa kamu."

“Allah سبحانه وتعالى berfirman didalam Al-Quran; "Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiadalah mereka yang berputus asa dari rahmat Allah itu melainkan daripada kaum yang kafir.”

"Seseorang itu hendaklah dia takut kepada Allah سبحانه وتعالى tidak merasa aman dengan azab Allah سبحانه وتعالى. Di dalam masa yang sama tidak berputus asa dengan rahmat Allah سبحانه وتعالى. Kedua-duanya ibarat sepasang sayap yang membawa seseorang itu terbang tinggi didalam makrifat kepada Allah سبحانه وتعالى."

Guru mulia. Tasawwuf. Darul Mujtaba. Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari.

Assalamualaikum warahmatullah blogger..

Lama sungguh paksu tak bertinta.

Monday, 17 August 2015

UBAT SEMBELIT

Bissmillahirahmaanirrahim

Rahsia Atasi SEMBELIT Anda SEGERA.
Dijamin SELAMAT & BERKESAN!

Sampai dua tiga hari baru nk buang....dh la cam tu bila buang tu pehhhh bau mmg tk de kesian, baru kentut je org sekeliling leh nk pengsan bau ges perut, cuba korg bayangkan ayam KFC tu kita beli n letak kt luar 2 ke 3 hari kt luar...apa bau nya. ...macam tu la makanan kita simpan dlm perut dua tiga hari...busuk...... manusia biasa makan satu hari 3 kali sarapan , lunch n mkn malam...buang 1 kali je sehari...mana g lagi yg kita makan 2x tu....tu semua SEMBELIT!!!! tau....
SEMBELIT!!!! bukan perkara biasa....jom klik kt link ni..

www.ubatsembelit.com/zai-salikin_greenfit/

Oder dan pertanyaan :Pn Zai : 017 670 3493 atau Tn Shahrulnizar :017682 3798